Berita Informasi

PERBEDAAN INVESTASI DI PASAR SAHAM, FOREX, DAN KRIPTO

Investasi tentunya menjadi hal yang menarik bagi semua orang untuk mendapatkan keuntungan dalam finansial, sejauh ini ada banyak instrumen investasi yang memberikan keuntungan dengan risiko yang relatif rendah seperti emas, reksadana pasar uang, obligasi, dan P2P Lending. Akan tetapi, pertumbuhan profitnya membutuhkan waktu yang cukup lama dan jangka panjang, sehingga cocok untuk pemula. Nah, bagi yang ingin mendapatkan keuntungan yang signifikan dalam waktu yang cepat, opsinya adalah saham, forex, dan tentunya kripto. Namun memang risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan emas, reksadana pasar uang, obligasi, dan P2P Lending. Lantas apa sih perbedaan antara Saham, Forex, dan Kripto?

  1. Saham
    Saham adalah suatu dokumen berharga yang mampu menampilkan bagian kepemilikan dari suatu perusahaan. Itu berarti dengan membeli saham sama dengan membeli sebagian dari kepemilikan perusahaan yang dibeli. Bentuk dari saham itu sendiri biasanya adalah lembaran kertas yang mana isinya menyatakan kepemilikan surat berharga tersebut adalah pemilik dari perusahaan yang membuat surat. Investasi di pasar saham sering kali dilakukan melalui pialang saham dan platform perdagangan (trading) elektronik. Untuk bisa mengakses pasar saham, kalian harus mendaftarkan diri terlebih dulu ke perusahaan sekuritas untuk mendapatkan akun dalam trading.
  1. Forex
    Forex adalah pasar perdagangan terbesar di dunia, dengan volume perdagangan harian sekitar $5 triliun. Pasar ini  terdiri dari lembaga keuangan, bank, bisnis, dan investor ritel, yang semuanya menukar mata uang nasional baik untuk menjalankan bisnis atau sebagai alat untuk menghasilkan keuntungan. Forex berbeda dengan saham. Forex dikenal sebagai pasar yang dapat bergerak cepat dan fluktuatif. Fluktuasinya dipengaruhi oleh berita-berita atau isu terkait politik dan ekonomi. Semakin populer dan pasarnya sedang naik, semakin tinggi pula nilainya dan tentunya akan memberikan banyak keuntungan. Namun, hal sebaliknya bisa saja terjadi dalam waktu yang singkat dan beresiko untuk rugi. Sehingga bagi pemula dan secara psikologis belum terbiasa dengan resiko ini, disarankan untuk tidak memilih investasi di jenis pasar ini.
  1. Kripto
    Kriptoseperti yang diketahui bersama, merupakan sebuah mata uang digital yang bersifat desentralisasi, artinya tidak ada satupun pihak yang menjadi perantara pada suatu transaksi. Jadi, pembayaran berlangsung secara peer – to – peer, dilakukan antara pengirim dan penerima secara langsung. Seluruh transaksi akan tercatat melalui sistem yang telah tersedia dengan keamanan yang optimal. Pasar kripto sendiri masih terbilang baru seiring dengan aset digital. Trading ini bisa dilakukan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Perdagangan dilakukan melalu bursa kripto yang kini sudah banyak tersedia, seperti Binance, Indodax, dan sebagainya. Layaknya pasar forex, kripto sangat fluktuatif dan terbuka untuk manipulasi. Namun, seperti halnya forex, volatilitas dipandang oleh beberapa orang sebagai keuntungan. Meskipun rentan terhadap berita industri dan penipuan, secara umum pasar kripto tidak terlalu terpengaruh oleh peristiwa global atau pasar keuangan tradisional.

Dari segi keuntungan, semua pasar di saham, forex, maupun kripto itu sama. Hanya saja, harga beli-jual forex dan kripto memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi, sedangkan saham lebih cenderung stabil. Hanya saja kripto lebih memiliki fluktuasi yang tinggi karena berbasis pada aset digital yang gampang digiring dan digoreng. Selain itu, perbedaan utama dari ketiga pasar ini adalah waktu. Pasar forex terdapat empat sesi perdagangan di dunia, yaitu sesi Australia (Sydney) yang dimulai pukul 05.00 – 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh sesi Asia (Tokyo) dimulai pukul 07.00 – 16.00 WIB, sesi Eropa (London) yang dimulai pukul 13.00 – 22.00 WIB, dan sesi Amerika (New York) dimulai pukul 20.00 – 05.00 WIB. Sedangkan untuk pasar saham, jam beroperasi dari bursa saham di setiap negara tentunya berbeda-beda, sebagai contoh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin-Kamis sesi I akan dibuka pada pukul 09.00-12.00 dan dilanjutkan sesi II pukul 13.30-15.49.59 WIB atau waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Pada Jumat, sesi I dibuka pada pukul 09.00-11.30 dan sesi II pada pukul 14.00-15.49.59 WIB (JATS). Dan untuk pasar kripto, jam beroperasi pasar bersifat non-stop, yakni 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Oleh karena itu, pasar kripto sering dianggap sebagai pasar yang memiliki tingkat fluktuasi lebih tinggi dari forex maupun saham.

Penulis: Rahmi Wellina Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *