Berita Informasi

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG TRADING KRIPTO DAN APA SAJA JENISNYA

Di balik melesatnya transaksi aset kripto saat ini, bukan tidak mungkin seorang investor kripto pemula masih mempertanyakan bagaimana cara melakukan trading kripto secara tepat, efektif, dan efisien. Lantas, apa sih yang dimaksud trading kripto itu?

Crypto Trading atau Trading Kripto adalah cara bagi seorang investor untuk mendapatkan keuntungan dari aset kripto.Dalam hal ini para investor atau trader akan memperjual-belikan aset kripto yang mereka miliki. Strategi utama trading ini adalah membeli aset saat harga sedang rendah dan menjualnya saat harga sedang tinggi. Crypto Trading terbagi menjadi tujuh jenis, diantaranya:

  1. Day Trading
    Sesuai namanya, trading dilakukan secara harian. Seorang trader akan melakukan pembelian dan penjualan koin hanya dalam waktu satu hari saja, atau pada hari yang sama. Dengan metode ini, maka seorang trader harus super jeli dan teliti dengan melihat terus menerus pergerakan harga koin kripto dari waktu ke waktu. Jika ada peluang harga jual yang lebih tinggi dari harga beli, maka trader akan langsung menjualnya. Butuh ketelitian dan totalitas waktu untuk bisa menjadi trader jenis ini. 
  1. Scalping
    Metode ini lebih ekstrem daripada Day Trading. Butuh waktu beberapa menit saja bagi seorang trader untuk menjual koinnya. Asal sudah untung, meski sedikit saja, maka koin bisa langsung dijual. Metode ini hanya mengejar untung sedikit saja. Namun dilakukan secara berulang dan terus menerus. 
  1. Swing Trading
    Metode ini paling umum dipakai investor kripto. Bisa dibilang tidak begitu ‘ngoyo’. Dengan swing trading, maka trader akan mengamati chart harga atau tren pasar tanpa dipantau dari detik ke detik atau hari ke hari. Trader akan memantau secukupnya, dan lebih memilih hold asetnya untuk waktu yang cukup lama. Jika harga sudah mencapai keuntungan yang diharapkan, baru dijual. 
  1. Reverse Trading
    Reverse trading atau perdagangan terbalik dianggap sebagai salah satu strategi perdagangan lanjutan dan didasarkan pada pembalikan tren umum di pasar, dimana sang trader menemukan momen yang tepat ketika tren akan segera berbalik. Jika koin telah bullish untuk beberapa waktu, trader akan mencari waktu di mana ia akan membalikkan tren dan memanfaatkannya.
  1. Trading Momentum
    Trading momentum adalah mengenai bagaimana seorang trader memahami momentum pasar yang terjadi, teknik ini dianggap  paling berisiko dan paling menantang untuk dikuasai karena prediksi bisa berjalan dua arah. Komponen utama dari strategi ini adalah volume. Momentum ditentukan dalam volume yang dihasilkan tren. Bagian tersulit dari trading ini adalah menilai saat yang tepat untuk keluar dari pasar dan menganalisis perubahan volume berdasarkan berbagai indikator.
  1. Fading Trading
    Fading adalah strategi bertaruh melawan tren di pasar. Ini juga salah satu strategi paling berisiko dalam crypto karena membuat prediksi yang salah dapat mengakibatkan kerugian besar. Bertentangan dengan itu, membuat langkah yang benar akan menghasilkan keuntungan besar, dan strategi ini adalah tentang bertaruh pada beberapa perdagangan untuk menghasilkan keuntungan signifikan. Waktu terbaik untuk menjalankan strategi ini adalah ketika ada banyak volatilitas di pasar. Ini biasanya terjadi sebelum berita penting atau beberapa negara berbicara tentang penerapan atau pelarangan penggunaan cryptocurrency.
  1. Beli Dips and Hold
    Teknik trading ini adalah teknik yang sederhana dan cocok untuk pemula yang belum mahir melakukan trading dengan membaca chart. Teknik ini dilakukan ketika mata uang kripto turun, biasanya yang dilakukan adalah menjauh dari pasar, namun sebenarnya itu adalah salah satu waktu terbaik untuk memasuki pasar.  Maka dari itu, setelah membeli aset kripto, simpanlah dalam beberapa waktu hingga harganya naik dan sampai mendapatkan keuntungan.

Penulis: Rahmi Wellina Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *