Tips

Kripto Mulai Jadi Perbincangan, Bagaimana Cara Memulainya?

Siapa yang tidak kenal dengan istilah kripto di era 2021 ini? Ya, mata uang digital ini menjadi bahan perbicangan hangat di dunia trading. Mata uang ini sangatlah unik, sebab tidak memiliki wujud dan hanya berbentuk digital. Indonesia masih belum mengakuinya secara resmi sebagai alat tukar yang sah namun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti sudah mulai mengawasi beberapa perusahaan pedagang aset kripto dengan cara pedagang asset kripto mendaftarkan diri ke Bappebti sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pengguna. Berdasarkan data Bappebti di akhir maret 2021, investor aktif di kripto mencapai 4,2jt org. Dimana jumlah ini sudah melampaui jumlah investor saham aktif yg tercatat di BEI yang hanya sekitar 2,1jt (berdasarkan data SID/Single Investor Identification).

Lantas, jika kamu masih pemula, ada berbagai macam cara yang dapat kamu lakukan untuk memulai bermain kripto. Yuk, kita bahas:

Buatlah Akun Trading Kripto
Carilah perusahaan yang dapat membantu kamu untuk membuat akun trading kripto sebab tidak semua perusahaan menyediakan fasilitas akun trading kripto. Di Indonesia, kamu harus memilih perusahaan yang telah resmi berada di bawah pengawas Badan Pengawas Berjangka Komiditi (Bappebti).

Pilih Cryptoexchange Terpercaya
Ada beberapa perusahaan cryptoexchange yang sebenarnya sudah sah di Indonesia. Selain itu, juga ada perusahaan cryptoexchange dunia yang cukup besar yang turut serta meramaikan pasar cryptocurrency seperti Binance dan Huobi.

Buka Rekening di Cryptoexchange
Cara mendaftar atau membuka rekening di cryptoexchange lokal dan internasional hanya terdapat sedikit perbedaan saja, dimana jika di exchange lokal calon anggota dapat menggunakan mata uang lokal untuk proses transfer ke exchange tersebut. Adapun untuk exchange internasional wajib menggunakan Dollar US atau stable coin lainnya yang terdaftar di exchange tersebut.

Adapun data-data yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran tentunya data diri asli seperti KTP/paspor, nomor telepon genggam, alamat email, dan data Bank (khusus untuk exchange lokal).

Dalam hal pendaftaran, alamat email sangatlah penting karena hampir semua proses konfirmasi selalu menggunakan email sebagai salah satu kunci proteksi terhadap akun yang akan dibuat.

Untuk proses KYC (Know Your Customer), biasanya diperlukan foto diri dan foto diri dengan memegang identitas sebagai penjaminan bahwa akun yang dibuat tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak sah. Jangan sampai, identitas kita digunakan untul hal-hal seperti perdagangan narkoba dan perdagangan bahaya lainnya.

Dari sisi pengamanan akun, ada beberapa metode yang biasa umumnya digunakan, antara lain:

  • Download mobile apps sesuai dengan cryptoexchange platform yang dipilih
  • Email konfirmasi
  • 2FA (Two Factor Authentication) – biasa menggunakan Google Authenticator atau Authy
  • Pnemonic Phrase (rangkaian kata-kata yang harus disimpan atau diingat baik penulisan maupun urutannya)
  • Private Keys (serangkaian angka, huruf, dan simbol)
  • QR code akun
  • Pertanyaan rahasia (contoh: nama ibu kandung, nama binatang peliharaan, dsb)

Kunci Keberhasilan Kripto
Banyak yang beranggapan bahwa kunci keberhasilan trading kripto ini disebabkan strategi yang digunakan dan tentunya faktor keberuntungan. Para trader pemula kemudian menerapkan sejumlah strategi yang ternyata malah membingungkan mereka. Anggapan ini tidak selalu benar, sebab ternyata ada dua hal yang bisa memengaruhi kesuksesan trading kripto ini, yang meliputi pengelolaan risiko dan psikologi trading secara tepat dan bijak.

Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam bertransaksi kripto:

  1. Manajemen risiko, dimana ada sejumlah kiat khusus yang sebaiknya diterapkan oleh seorang pemula, diantaranya:
    • Jangan melakukan trading secara berlebihan. Trading crypto ini akan dipenuhi dengan risiko kerugian keuangan. Untuk melakukan trading secara wajar, kamu harus mempertimbangkan sejumlah faktor termasuk faktor peluang, dana awal yang harus disetor sebagai deposit, juga kondisi fisik dan mental, dan faktor-faktor yang berpengaruh lainnya.
    • Tentukan tingkat resiko pada setiap posisi yang hendak diambil. Hal tersebut akan sangat membantu untuk memutuskan kapan saatnya untuk menutup posisi yang baik dan tepat.
    • Gunakan stop dan limit order yang sesuai: Sebagai pemula harus meperhatikan setiap risiko yang akan hadir. Jangan terlalu serakah yang akhirnya akan merugikan diri sendiri.
    • Selalu perhitungkan rasio risiko dan keuntungan, dimana biasanya hal ini akan diterapkan oleh para trader dunia, dengan rasio minimal 1:2 yaitu 1 risiko berbanding 2 keuntungan.
  2. Pemula harus dapat mengendalikan sifat serakah dan rasa takut. Kedua sifat ini tentunya akan memengaruhi psikologi trading dimana pada akhirnya akan meningkatkan posisi trading tanpa kejelasan analisa dan strategi yang mumpuni.
  3. Gunakan dana awal yang relatif kecil: strategi ini akan membantu kamu dari kerugian yang maksimal yang pada akhirnya membuat kamu tidak semangat lagi bermain kripto.
  4. Tingkatkan kemampuan analisa dengan banyak membaca referensi baik melalui buku tentang analisa teknikal maupun melalui internet karena sebagian besar analisa yang digunakan lebih ke arah analisa teknikal dibandingkan dengan analisa fundamental.
  5. Bergabung dengan komunitas-komunitas kripto untuk mengetahui dan mempelajari token atau koin apa yang baik untuk diperdagangkan. Jangan lupa periksa keabsahan dari koin atau token yang akan diperdagangkan.

Dengan memahami prinsip-prinsip dasar yang telah dijelaskan di atas, maka seorang pemula dapat mencoba memulai untuk mengenal transaksi kripto. Bagaimana? Kamu tertarik untuk mencoba?

Penulis : William

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *