Berita Informasi

Ini Asal Mula Munculnya CRYPTOCURRENCY DI DUNIA

Cryptocurrency bermula ketika terjadi krisis finansial yang menghantam Amerika Serikat pada tahun 2008 silam, kala itu perbankan konvensional sedang mengalami masa sulit dan dampaknya menjalar ke berbagai belahan dunia. Krisis finansial itu disebut-sebut ekonom sebagai krisis terbesar selama 80 tahun dan dijuluki sebagai “Mother of All Crisis”. Kebangkrutan menghantui banyak perusahaan, bursa saham runtuh, rumah-rumah disita, dan para pekerja dirumahkan. Hal-hal tersebut mengakibatkan pengangguran di Amerika Serikat meningkat tajam.

Di tengah gonjang-ganjingnya kondisi keuangan di Amerika Serikat, sebuah surel berantai dikirimkan kepada komunitas pencinta kriptografi digital. Email tersebut dikirimkan oleh Satoshi Nakamoto. Sayangnya tak banyak yang menanggapi, hingga akhirnya ada seorang yang bernama Hal Finney yang menjawab surel dari Nakamoto. Nakamoto mengatakan bahwa ia tengah mengerjakan sebuah proyek berupa sistem uang elektronik baru dengan konsep peer-to-peer yang terdesentralisasi. Dengan hati yang diliputi keraguan, Finney meminta Nakamoto mengirimkan contoh dari sistem yang dimaksud dalam email tersebut. Tak menunggu lama, pada 18 Agustus 2008, Nakamoto membeli situs bitcoin.org.

Ia mengirimkan link situs tersebut dengan software pendukung dan 10 koin pertama pada Finney untuk diuji coba. Finney yang tertarik pada proyek tersebut memutuskan untuk bekerja sama. Finney mengidentifikasi bugs yang ada di dalam sistem dan kemudian memandu Nakamoto untuk memperbaiki dan menyempurnakannya.

Di tahun yang sama, tepatnya pada 31 Oktober 2008, Nakamoto mengunggah sebuah white paper yang berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”. White paper itu berisi ide, visi, dan misi jaringan blockchain yang bernama Bitcoin. Nakamoto menuliskan bahwa sudah saatnya ada sistem pembayaran yang berbasis bukti kriptografi bukan kepercayaan. Momentum inilah yang menjadi awal lahirnya Cryptocurrency di dunia. Hingga saat ini, Cryptocurrency banyak diminati di negara Nigeria, Vietnam, Filipina, Turki, Peru, Swiss, Cina, Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang. Adapun untuk Indonesia sendiri tercatat ada sekitar 3 juta pengguna.

Penulis : Rahmi Wellina Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *