Tips

Analisa Teknikal sebagai Dasar dari Analisa transaksi di Kripto

Pada umumnya ada 2 (dua) jenis analisa yang digunakan dalam bertransaksi di pasar uang atau pasar modal, yaitu Analisa teknikal dan Analisa fundamental. Namun khusus untuk perdagangan aset digital atau yang lebih sering disebut dengan Kripto, tidak terdapat Analisa fundamental yang cukup berarti untuk dapat digunakan sebagai dasar analisa pergerakan harga suatu koin kripto.

Oleh sebab itu, pemain atau trader kripto banyak disebut chartist trader (transaksi berdasarkan grafik atau chart)

Sebelum melangkah menuju penjelasan mendasar terhadap beberapa metode yang digunakan dalam analisa teknikal, perlu dipahami bahwa jenis grafik yang umum digunakan dalam menerapkan metode-metode analisa teknikal tersebut adalah jenis grafik lilin atau Candlestick chart.

Gambar di bawah merupakan contoh dari candlestick chart dan cara membaca per candle.

Ada 3 macam metode analisa dasar yang paling sering digunakan oleh para trader yaitu:

  1. Market Trends
  2. Moving Average (MA)
  3. Relative Strength Index (RSI)

Tren Pasar

Tren pasar atau kecenderungan pasar, metode ini yang paling banyak dan paling sering digunakan. Ada 3 jenis tren pasar, antara lain:

  • Uptrend – kecenderungan harga bergerak naik (sering disebut sebagai Bullish market)
    Keputusan untuk mengambil posisi beli disaat harga mendekati garis support (garis yang ditarik dari harga-harga terendah dalam gelombang grafik uptrend dalam suatu periode tertentu)
  • Downtrend – kecenderungan harga bergerak turun (sering disebut sebagai Bearish Market)
    Keputusan untuk mengambil posisi jual disaat harga mendekati garis resistance (garis yang ditarik dari harga-harga tertinggi dalam gelombang grafik downtrend dalam suatu periode tertentu)
  • Sideways – kecenderungan harga bergerak hanya pada jarak tertentu, dimana tidak terjadi peningkatan harga tertinggi maupun penurunan harga terendah pada gelombang grafik dalam suatu periode tertentu. Pada kondisi sideways, trader lebih disarankan sebaiknya untuk melihat kondisi gelombang grafik berikutnya sebelum mengambil keputusan untuk menjual atau membeli. Jika kondisi sideways terjadi dalam waktu yang cukup lama dan berulang, maka jika trader ingin melakukan transaksi, sebaiknya melakukan posisi beli pada saat harga mendekati garis support dan melakukan posisi jual pada saat harga mendekati garis resistance.

Moving Average (MA)

Moving average atau harga bergerak rata-rata adalah metode kedua yang juga sering digunakan oleh banyak trader.

Metode ini menghitung harga rata-rata dari masing-masing candle pada suatu periode tertentu, lalu harga rata-rata dari setiap candle dihubungkan dengan sebuah garis sehingga terbentuklah garis yang dinamakan dengan Moving Average Line atau garis harga bergerak rata-rata.

Pada umumnya para trader menggunakan beberapa garis moving average dengan parameter yang berbeda. Contoh seperti gambar di atas, keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan diambil segera setelah minimal dua garis moving average saling memotong. Jika memotong ke atas, maka prediksinya harga akan naik – pasang posisi beli, dan jika sebaliknya maka harga akan turun – pasang posisi jual.

Relative Strength Index (RSI)

Pengertian tentang Relative Strength Index (RSI) mungkin tidak terlalu mudah untuk dipahami karena RSI lebih menggambarkan grafik kekuatan harga dalam suatu periode tertentu.

Secara harafiah, rumus RSI adalah sebagai berikut

Dimana:

AG = Rata-rata kenaikan harga (Average Gain)

AL = Rata-rata penurunan harga (Average Loss)

Akan tetapi para trader tidak perlu dipusingkan oleh perhitungan rumus karena RSI merupakan alat analisa dasar yang dimiliki hampir semua platform trading. Adapun settingan yang biasa disesuaikan adalah persentase daripada area yang diberi warna kuning seperti gambar grafik di bawah.

Pada grafik di bawah, persentase yang digunakan adalah 30% dan 70%, dimana kondisi di bawah 30% dinyatakan sebagai area oversold (terlalu banyak posisi jual yang menyebabkan harga menjadi terlalu murah atau rendah) – indikasi area untuk melakukan posisi beli, dan kondisi di atas 70% dinyatakan sebagai area overbought (terlalu banyak posisi beli yang menyebabkan harga menjadi terlalu mahal atau tinggi) – indikasi area untuk melakukan posisi jual.

Demikian paparan tentang dasar-dasar analisa teknikal yang menjadi acuan bagi para trader pemula di crypto. Selain 3 jenis analisa teknikal yang telah dijelaskan di atas, masih ada ratusan bahkan ribuan jenis analisa teknikal lagi di dunia yang dapat digunakan.

Bagi trader yang ingin belajar lebih lanjut dapat membaca buku-buku referensi tentang analisa teknikal atau bahkan jika sudah cukup mahir, dapat bergabung dengan para analis teknikal dunia yang terhimpun dalam  International Federation of Technical Analyst (IFTA – www.technicalanalysts.com)

Penulis : William

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *