Tips

Analisa Teknikal Kripto

Kripto adalah instrument investasi yang tergolong memiliki resiko yang sangat tinggi. Dalam dunia investasi, risiko tinggi tentu diiringi dengan peluang untuk memperoleh profit yang tinggi juga. Dengan risiko yang ada, seorang investor Cryptocurrency tentu perlu bertindak bijak dalam melakukan investasi. Untuk memperoleh keuntungan dalam berinvestasi tentunya harus mempunyai strategi dan rencana yang tepat. Ada beberapa cara untuk menilai dan memprediksi pasar mata uang kripto. Salah satunya adalah melalui analisis teknikal. Sebelumnya mari kita pahami lagi, apa itu analisis teknikal? Secara sederhana analisis teknikal adalah mengkaji pola gerakan harga di masa lalu agar bisa diproyeksikan alias diprediksi untuk masa depan.

Analisis teknikal direpresentasikan dalam grafik. Biasanya grafik Gerakan harga digambarkan dalam bentuk candle stick. Setiap candle stick mewakili gerakan harga tertentu, sesuai dengan time frame alias rentang waktu yang digunakan, misalnya per menit, per hari ataupun per minggu. Analisis teknikal disini mempertimbangkan sejarah pergerakan aset kripto dengan grafik harga dan volume perdagangan, dan juga apa pun yang dilakukan terhadap token tersebut. Dengan menggunakan metode analisis ini, kita bisa paham mengenai sentiment pasar dan memprediksi tren yang signifikan di pasar. Analisa ini dapat digunakan untuk membuat prediksi yang lebih akurat dan strategi investasi yang lebih bijak.

Ada beberapa indikator dari analisis teknikal yang dapat digunakan para investor dan indikator yang paling akurat itu tergantung dari gaya trading, tingkat pengetahuan dan eksekusi dari kalian sendiri. Tetapi berikut adalah indikator analisis yang paling popular di antara para trader. Yang pertama adalah Moving Average, indikator ini menampilkan rata-rata pergerakan harga dalam suatu periode. Indikator ini juga bisa disebut indikator sejuta umat karena kesederhanaannya. Moving average didasarkan pada harga rata-rata token selama periode waktu tertentu. Misalnya, rata-rata pergerakan harga pada hari tertentu akan dihitung sesuai dengan harga token untuk setiap 20 hari perdagangan sebelum hari itu. Data itu kemudian dihubungkan hingga membentuk garis. Selanjutnya yang kedua ada indikator Relative Strength Index atau RSI. Indikator ini digunakan untuk menghitung perbandingan antara daya tarik kenaikan dan penurunan harga, nilainya berkisar 0-100. Indikator ini untuk menunjukan apakah suatu aset sudah memasuki fase Overbought ataupun Oversell. Jika dijabarkan secara sederhana, apabila nilai RSI nya sudah diatas 70, maka aset tersebut dikategorikan Overbought sedangkan jika dibawah 30, maka aset tersebut tergolong sudah oversold. Yang terakhir adalah indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD). Indikator ini berfungsi untuk menunjukkan tren yang sedang terjadi dan memberikan sinyal beli atau jual. Indikator ini terdiri dari dua garis yaitu garis MACD biru dan MACD merah atau disebut juga dengan signal line dan MACD line. Itu adalah beberapa indikator yang popular dan paling sering digunakan oleh investor. Penting bagi investor untuk tidak mengacu pada satu indikator saja, karena beberapa indikator yang digunakan secara bersamaan pastinya akan membantu investor dalam melakukan pemetaan harga aset kripto.

Penulis: Ayu Arumingtyas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *